Isi/Bunyi Pasal 213 KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Pasal 213

Si istri berhak menuntut tunjangan nafkah, yang mana setelah ditentukan oleh Hakim harus dibayar oleh si suami kepadanya selama perkara berjalan.

Apabila si istri tanpa izin Hakim meninggalkan rumah yang ditunjuk baginya, maka bergantung lah pada keadaan boleh atau tidaknya ia dipecat dari segala haknya untuk menuntut tunjangan nafkah bahkan sekiranya dialah yang menjadi penggugat, bolehlah ia dinyatakan tak dapat diterima dengan tuntutannya.

 

Demikian isi dari Pasal 213 KUHPerdata diatas, semoga menjadi informasi bermanfaat bagi kita semua. Salam Yuridis.ID

Untuk informasi konsultasi, kerjasama promosi berbayar (iklan) dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257.

Sumber : Pasal 213 KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Anda mungkin juga berminat