Isi/Bunyi Pasal 1603 q KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Pasal 1603 q

Ganti rugi yang dimaksudkan dalam pasal2 1601 k dan 1603 n adalah dalam halnya suatu perhubungan kerja yang dibuat atau dianggap telah dibuat untuk suatu waktu tak tertentu, sama dengan jumlah upah yang harus dibayar sampai pada hari berikutnya hari pada mana perhubungan kerja sedianya akan dapat diakhiri dengan pemberitahuan penghentian dalam halnya suatu perhubungan kerja yang dibuat untuk suatu waktu tertentu, ganti rugi tersebut adalah sama dengan jumlah upah untuk lamanya waktu yang perhubungan kerjanya itu menurut pasal2 1603 e dan 1603 f sedianya harus berlangsung terus. Disini yang dimaksudkan dengan upah ialah unsur2 upah yang disebutkan dibawah nomor 1o dan 70 dari pasal 1601 p.

Jika upah si buruh seluruhnya atau sebagian tidak ditetapkan menurut lamanya waktu, maka berlakulah ukuran dari pasal 1601 o.

Tiap janji dengan mana bagi si buruh diperjanjikan suatu ganti rugi yang jumlahnya kurang adalah batal.

Dengan persetujuan yang dibuat tertulis atau dengan reglemen boleh ditetapkan suatu ganti rugi yang lebih jumlahnya.

Hakim berkuasa menetapkan ganti rugi yang dimaksudkan dalam ayat kesatu dan ayat keempat pasal ini, pada suatu jumlah yang kurang, jika ganti rugi itu menurut pendapatnya melampaui yang sepantasnya.

Dari jumlah ganti rugi yang terutang harus dibayar suatu bunga, yang ditetapkan sebanyak enam prosen setahun, terhitung mulai hari perhubungan kerjanya telah berakhir.

 

Demikian isi dari Pasal 1603 q KUHPerdata diatas, semoga menjadi informasi bermanfaat bagi kita semua. Salam Yuridis.ID

Untuk informasi konsultasi, kerjasama promosi berbayar (iklan) dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257

Sumber : Pasal 1603 q KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Anda mungkin juga berminat