Isi/Bunyi Pasal 1602 r KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Pasal 1602 r

Selain pada waktu berakhirnya perhubungan kerja, maka terhadap tuntutan pembayaran upah hanyalah diperbolehkan mengadakan perjumpaan utang tentang utang2 si buruh yang berikut:

1o ganti rugi yang ia wajib bayar kepada si majikan;

2o denda2 yang ia wajib bayar kepada si majikan mneurut pasal 1601 u, asal oleh si majikan ini diberikan sepucuk surat bukti yang menrangkan jumlah tiap2 benda, serta kapan dan sebabnya denda itu dikenakan dengan penyebutan ketentuan reglemen atau persetujuan tertulis telah disewakan oleh si majikan;

3o iuran untuk suatu dana yang menurut ayat kedua dari pasal 1601 s telah terpenuhi oleh si majikan untuk keperluan si buruh;

4o harga sewa sebuah rumah, suatu ruangan, sebidang tanah atau piranti maupun perkakas yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri, yang dengan suatu persetujuan tertulis telah disewakan oleh si majikan;

5o harga pembelian barang2 keperluan rumah tangga biasa dan sehari-hari, dalam mana tidak termasuk minuman keras dan candu, beserta bahan2 dasar dan bahan2 pembantu yang dipakai si buruh dalam perusahaannya sendiri, satu dan lain yang oleh si majikan telah diserahkan kepada si buruh, asal penyerahan itu dapat dinyatakan dari suatu keterangan tertulis diberikan oleh si buruh yang menyebutkan sebab serta jumlahnya utang, dan lagi asal si majikan tidak meminta untuk barang2 itu lebih dari harga pembelian, sedangkan harga itu tidak melebihi pula harga untuk mana si buruh dapat membeli barang2 keperluan rumah tangga bahan2 dasar dan bahan2 pembantu tersebut dilain tempat;

6o persekot2 atas upah yang diberikan oleh si majikan berupa uang kepada si buruh, asal itu ternyata dari suatu keterangan sebagai tersebut dalam nomor yang lalu;

7o jumlah yang telah dibayar secara kelebihan atas upah;

8o biaya perawatan dan pengobatan yang menurut oasak 1602 x harus dipikul oleh si buruh.

Untuk apa yang si majikan sedianya akan dapat menurut berdasarkan nomor2 2o,3o, dan 5o, maka pada tiap2 pembayaran tidak diperbolehkan ia menjumpakan lebih dari seperlima bagian dari upah yang ditetapkan dalam uang yang sedianya harus dibayar untuk apa yang ia seluruhnya dapat menjumpakan berdasarkan ketentuan2 pasal ini, perjumpaan utang tidak boleh melampui dua seperlima dari jumlah yang sama.

Tiap janji dengan mana kepada si majikan diberikan suatu kekuasaan yang lebih luas untuk menjumpakan utang adalah batal.

Demikian isi dari Pasal 1602 r KUHPerdata diatas, semoga menjadi informasi bermanfaat bagi kita semua. Salam Yuridis.ID

Untuk informasi konsultasi, kerjasama promosi berbayar (iklan) dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257

Sumber : Pasal 1602 r KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Anda mungkin juga berminat