Isi/Bunyi Pasal 1602 g KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Pasal 1602 g

Jika terjadi penyitaan pada si majikan atas upah yang harus dibayarkan kepada si buruh, sedangkan upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah delapan rupiah atau kurang sehari, maka penyitaan tersebut tidak berlaku untuk lebih dari seperlima bagian dari upah yang ditetapkan dalam uang tersebut. Apabila upah yang ditetapkan dalam uang berjumlah lebih dari delapan rupiah, maka terhadap jumlah inipun penyitaan hanya sah untuk seperlima bagian tetapi untuk jumlah yang selebihnya dapat dilakukan penyitaan dengan tak terbatas. Tiada suatu pembatasan berlaku jika penyitaan adalah untuk penagihan tunjangan nafkah yang menjadi haknya orang yang melakukan penyitaan menurut undang-undang.

Menyerahkan, memberikan dalam gadai atau lainperbuatan dengan mana si buruh memberikan sesuatu hak atas upahnya kepada seroang pihak ketiga, hanyalah sah sekadar suatu penyitaan atas upahnya akan sah juga.

Suatu kuasa untuk menagih upahnya, yang diberikan oleh si buruh dalam bentuk atau dengan nama apapun juga selamnya dapat ditarik kembali.

Tiap janji yang bertentangan dengan sesuatu ketentuan dalam pasal ini adalah batal.

Demikian isi dari Pasal 1602 g KUHPerdata diatas, semoga menjadi informasi bermanfaat bagi kita semua. Salam Yuridis.ID

Untuk informasi konsultasi, kerjasama promosi berbayar (iklan) dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257

Sumber : Pasal 1602 g KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Anda mungkin juga berminat