Isi/Bunyi Pasal 1602 c KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Pasal 1602 c

Namun itu si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk suatu waktu yang tidak sebegitu lama, apabila ia karena sakit atau karena suatu kecelakaan telah berhalangan melakukan pekerjaannya, kecuali jika sakit atau kecelakaan tersebut disebabkan karena kesengajaan atau tak susila si buruh atau suatu akibat dari pada suatu cacad badan tentang mana ia sewaktu membuat persetujuan dengan sengaja memberikan keterangan-keterangan palsu kepada si majikan.

Jika dalam hal yang sedemikian si buruh berhak atas sesuatu ganti rugi berupa uang atau sesuatu pembayaran berdasarkan sesuatu peraturan sakit atau kecelakaan yang diharuskan oleh undang-undang, atau berdasarkan sesuatu pertanggungan maupun sesuatu dana yang ia diwajibkan turut serta menurut seuatu janji dalam persetujuannya perburuhan atau menurut apa yang dapat disimpulkan dari persetujuan tersebut, maka upah si buruh harus dikurangi dengan jumlah penggantian atau pembayaran tersebut.

Begitu pula si buruh tetap memiliki haknya atas upah yang ditetapkan menurut lamanya waktu untuk suatu waktu pendek yang harus dihitung menurut keadilan, apabila ia baik karena pemenuhan suatu kewajiban yang diletakkan padanya oleh undang-undang atau penguasa Negara tanpa penggantian berupa uang yang tidak dapat dilakukan diluar waktu bekerja, maupun karena keadaan-keadaan yang sangat istimewa yang terjadi diluar salahnya, telah berhalangan melakukan pekerjaannya.

Dalam keadaan-keadaan yang sangat istimewa termasuk, untuk pemakaian pasal ini : hal isteri si buruh melahirkan anak, begitu pula meninggalnya serta menguburnya salah seorang teman serumah atau salah seorang sanak keluarga dalam garis lencang tak terbatas dan dalam derajat kedua dari garis samping. Begitu pula termasuk pemenuhan kewajiban yang diletakkan oleh undang-undang atau penguasa Negara hal melakukan hak pilih.

Jika upah yang berupa uang ditetapkan secara lain dari pada menurut lamanya waktu, maka berlakulah juga ketentuan-ketentuan pasal ini, dengan pengertian bahwa sebagai upah harus diambil upah rata-rata yang seharusnya dapat diperoleh si buruh, jika ia tidak berhalangan melakukan pekerjaannya.

Upah tersebut namun itu dikurangi dengan biaya yang telah dapat dihemat oleh si buruh karena ia tidak melakukan pekerjaannya.

Dari ketentuan-ketentuan pasal ini hanyalah diperbolehkan menyimpang dengan persetujuan yang dibuat tertulis atau dengan reglemen.

Demikian isi dari Pasal 1602 c KUHPerdata diatas, semoga menjadi informasi bermanfaat bagi kita semua. Salam Yuridis.ID

Untuk informasi konsultasi, kerjasama promosi berbayar (iklan) dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257

Sumber : Pasal 1602 c KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Anda mungkin juga berminat