Isi/Bunyi Pasal 1601 x KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Pasal 1601 x

Suatu janji antara si majikan dan si buruh, dengan mana pihak yang belakangan ini dibatasi dalam kekuasaannya untuk setelah berakhirnya perhubungan kerja melakukan pekerjaan dengan sesuatu cara, hanyalah sah apabila janji itu dibuat dalam suatu persetujuan tertulis atau dalam suatu reglemen, dengan seorang buruh yang dewasa.

Hakim diperbolehkan atas tuntutan si buruh atau karena dimintanya dalam pembelaannya didalam suatu perkara, meniadakan seluruhnya atau sebagian suatu janji seperti itu dengan alasan bahwa dibandingkan dengan kepentingan si majikan yang harus diperlindungi, si buruh dirugikan secara tidak adil oleh janji tersebut.

Si majikan tidak dapat memperoleh hak-hak dari suatu janji sebagai yang dimaksudkan dalam ayat kesatu, jika ia telah mengakhiri perhubungan kerja secara melanggar hukum, atau jika ia dengan sengaja atau karena kesalahnnya telah memberi suatu alasan yang mendesak kepada si buruh untuk mengakhiri perhubungannya kerja, sedangkan si buruh ini telah mempergunakan kekuasaan itu, demikianpun tidak, jika Hakim atas permintaan atau tuntutan si buruh telah menyatakan bubarnya persetujuan berdasarkan suatu alasan yang mendesak, yang diberikan kepada si buruh karena kesengajaan atau kesalahan si majikan.

Jika oleh si majikan telah diperjanjikan suatu ganti rugi dari si buruh manakala si buruh ini melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan sesuatu janji, seperti yang dimaksudkan dalam ayat kesatu, maka Hakim senantiasa berkuasa menetapkan ganti rugi pada suatu jumlah yang kurang, jika menurut pendapatnya jumlah yang diperjanjikan itu lebih dari sepantasnya.

Demikian isi dari Pasal 1601 x KUHPerdata diatas, semoga menjadi informasi bermanfaat bagi kita semua. Salam Yuridis.ID

Untuk informasi konsultasi, kerjasama promosi berbayar (iklan) dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257

Sumber : Pasal 1601 x KUHPerdata (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata)

Anda mungkin juga berminat