Hukuman Mati Terhadap Terdakwa Yang Tidak Menghargai Kehidupan Sebagai Anugrah Dari Tuhan

Pengadilan Negeri Depok
Nomor :  1036/Pid.b/2008/PN.Dpk
Tanggal :  6 april 2009

Pengadilan Tinggi Bandung
Nomor : 213/Pid/2009/PT.Bdg
Tanggal : 19 mei 2009

Mahkamah Agung dalam Tingkat Kasasi
Nomor : 1444 K/Pid/2009
Tanggal : 31 Agustus 2009

Mahkamah Agung dalam Peninjauan Kembali
Nomor : 25 PK/Pid/2012
Tanggal : 5 juli 2012

Catatan :

–   Ketentuan yang termuat dalam pasal 28 I Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen adalah bersifat Ius Contistuendum atau hukum yang seharusnya, sedangkan ketentuan pasal 340 KUHP adalah Ius Constitum atau hukum yang diberlakukan karena hingga saat ini masih merupakan hukum positif.

–   Dalam pemeriksaan persidangan perkara ini,pendapat/tulisan ilmiah dari ahli tidak dapat dikualifikasikan sebagai keadaan baru (novum), karena pendapat/tulisan tersebut hanya berisi pendapat ilmiah mengenai psikopat pada umumnya, tidak ada pendapat bahwa terpidana adalah seorang psikopat yang tidak mampu bertanggung jawab secara pidana;

–   Terdakwa dihukum mati, tidak berarti yang bersangkutan dibebaskan dari biaya perkara. Tidak ada satu pasal pun dalam Undang-Undang nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana yang membebaskan seorang Terdakwa dari kewajiban membayar biaya perkara jika Terdakwa yang bersangkutan terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman. Hanya Terdakwa yang dinyatakan tidak terbukti bersalah menurut hukum dan keyakinan dan ataupun perbuatan yang dilakukan terbukti, tetapi perbuatan yang terbukti itu bukan perbuatan yang dapat dipidana, biaya perkara menjadi beban negara, sebaliknya tidak bagi Terdakwa yang menurut hukum dinyatakan bersalah;

Sumber : Majalah Hukum Varia Peradilan Tahun XXVII.No.324.NOVEMBER.2012

Naskah Putusan : Tersedia MA (Putusan Peninjauan Kembali)
Jika Ingin Mendapatkan Naskah Putusan Silahkan Hubungi WA: 0817250381 untuk Mengetahui Syarat dan Ketentuan

Anda mungkin juga berminat