Hati-Hati Bagi Penjual CD, VCD dan DVD Bajakan! Dapat Dijerat Ketentuan Hukum

Sumber Foto : https://images.vice.com/motherboard/content-images/article/31405/1457629879649669.jpg

Sederet musisi Indonesia merasa dirugikan apabila karya-karya yang mereka ciptakan
diduplikasi oleh orang lain melalui pembajakan CD,VCD dan DVD. Karena para musisi ini
sudah menghasilkan karya yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia sehingga memacu
kreativitas anak bangsa. Musisi akan semakin terpacu menciptakan karya-karya yang baru
apabila karyanya tersebut dihargai oleh masyarakat dengan cara membeli produk CD,VCD dan
DVD original.
Tetapi banyak sekali penjual produk CD, VCD dan DVD bajakan yang semakin luas
peredarannya. Karna selain harga yang lebih murah dari produk original dan kualitas video serta
suara yang sama dengan produk original sehingga masyarakat terkadang kurang memiliki
kesadaran diri untuk membeli produk yang original dengan tujuan menghargai karya-karya
seniman di Indonesia bahkan Negara.
Oleh sebab itu, semakin marak peredarannya maka Negara menciptakan peraturan yang berguna
untuk meminimalisir penjualan CD, VCD dan DVD bajakan. Karna penjualan produk bajakan
ini dapat merugikan berbagai pihak selain musisi dan berdampak pada pemasukan Negara.
Pelanggaran Hak Cipta Pada CD,VCD, DVD bajakan diatur didalam Undang-Undang Nomor 28
Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang terdapat bentuk-bentuk pelanggaran Hak Cipta bidang
musik atau lagu yang terjadi di Indonesia. Mengenai perlindungan Hak Cipta atas Ciptaan dapat
kita lihat pada Pasal 59 ayat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang
menyatakan bahwa :
(1) Pelindungan Hak Cipta atas Ciptaan:
a. Karya fotografi;
b. Potret;
c. Karya Sinematografi;
d. Permainan Video;
e. Program Komputer;
f. Perwajahan Karya Tulis;
g. Terjemahan, Tafsir, Saduran, Bunga Rampai, Basis Data, Adaptasi, Aransemen,
Modifikasi Dan Karya Lain Dari Hasil Transformasi;
h. Terjemahan, Adaptasi, Aransemen, Transformasi Atau Modifikasi Ekspresi Budaya
Tradisional;
i. Kompilasi Ciptaan Atau Data, Baik Dalam Format Yang Dapat Dibaca Dengan
Program Komputer Atau Media lainnya; dan

j. Kompilasi Ekspresi Budaya Tradisional selama kompilasi tersebut merupakan karya
yang asli, berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali dilakukan
Pengumuman.

Karena Pembajakan ini termasuk melanggar Hak Kekayaan Intelektual yang kita tahu bahwa
HKI tersebut dilahirkan dengan mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan juga biaya, sehingga
karya intelektual tersebut memiliki suatu nilai ekonomi. Di samping itu karya-karya
intelektualitas dari seseorang ataupun manusia ini tidak sekedar memiliki arti sebagai akhir,
tetapi juga sekaligus merupakan kebutuhan yang bersifat lahiriah dan batiniah, baik
dimanfaatkan bangsa Negara Indonesia, sehingga dapat memberikan kemaslahatan bagi
masyarakat Indonesia. Maka Negara akan memberikan sanksi bagi pedagang kaki lima yang
menjual CD, VCD dan DVD yang diatur didalam Pasal 114 Undang-Undang Nomor 28 Tahun
2014 tentang Hak Cipta yang mengatakan bahwa :
“Setiap Orang yang mengelola tempat perdagangan dalam segala bentuknya yang dengan
sengaja dan mengetahui membiarkan penjualan dan/atau penggandaan barang hasil pelanggaran
Hak Cipta dan/atau Hak Terkait di tempat perdagangan yang dikelolanya sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 10, dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta
rupiah).”
Sebagai masyarakat yang membeli atau menjual produk bajakan sebaiknya sadar akan
pentingnya menghargai produk musisi yang sudah bekerja untuk menciptakan karya baru untuk
Negeri ini.

Sumber : Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

Anda mungkin juga berminat