HARTA BERSAMA SUAMI-ISTRI SEBAGAI AGUNAN HUTANG BANK

Kategori : PUTUSAN TERPILIH

Pengadilan Negeri di Lubuk Pakam       

Nomor : 07/Pdt.G/1994/LP

Tanggal : 16 Mei 1994

Pengadilan Tinggi Sumatra Utara di Medan

Nomor : 522/Pdt/1994/PT.MDN

Tanggal : 13 Juli 1995

Mahkamah Agung RI

Nomor : 1851 K/Pdt/1996

Tanggal : 23 Februari 1998

Catatan :

  • Dari putusan Mahkamah Agung tersebut diatas dapat diangkat “Abstrak Hukum” sebagai berikut: Perikatan pemberian tanah yang berasal dari “Harta Bersama” suami-istri, sebagai barang agunan pada Bank atas perikatan kredit, agar supaya abash menurut hukum, maka akta pemberian jaminan yang kemudian menjadi grosse acte hipotheek tersebut haruslah dilakukan dengan seizin atau sepengetahuan istrinya yang juga ikut pada Akta Perikatan Penjaminan tersebut. Bilamana syarat (persetujuan istri) ini dilalaikan, maka Perikatan Perjaminan tersebut menjadi tidak mempunyai kekuatan hukum.
  • Demikian Catatan Kasus ini.

Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.161. TAHUN. XIV. FEBRUARI. 1999. HLM.37

PUTUSAN TERSEDIA : PENGADILAN TINGGI