Hal Yang Harus Diperhatikan Pengusaha Yang Mempekerjakan Pekerja/Buruh Perempuan

Sumber Foto : http://images1.rri.co.id

Perempuan Bekerja? itu sudah tidak asing bagi kita, apalagi di zaman sekarang yang modern dan canggih ini. Memang perempuan mampu bekerja layaknya laki-laki, namun tahukah anda kita sebagai pengusaha yang memperkerjakan mereka harus memperhatikan juga kesehatan dan waktu bekerja. Karena di UU Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 menjelaskan bahwa

  • Pekerja/buruh perempuan yang berumur kurang dari 18 (delapan belas) tahun dilarang dipekerjakan antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00.
  • Pengusaha dilarang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan hamil yang menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungannya maupun dirinya apabila bekerja antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00.
  • Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00 wajib :
    a. memberikan makanan dan minuman bergizi; dan
    b. menjaga kesusilaan dan keamanan selama di tempat kerja.
  • Pengusaha wajib menyediakan angkutan antar jemput bagi pekerja/buruh perempuan yang berangkat dan pulang bekerja antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 05.00.
  • Pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.
  • Pekerja/buruh perempuan berhak memperoleh istirahat selama 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan.
  • ¬†Pekerja/buruh perempuan yang mengalami keguguran kandungan berhak memperoleh istirahat 1,5 (satu setengah) bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.
  • Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusu harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.

Nah, itulah hal yang harus seorang pengusaha perhatikan dalam mempekerjakan perempuan. Ingat meskipun perempuan itu mampu bekerja seperti laki-laki, dia tetap hanyalah seorang perempuan. Semoga Bermanfaat :). See you next post :).

Sumber : PASAL 76 AYAT 1-4 DAN PASAL 81,82,83 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN

Anda mungkin juga berminat