Hacker ??? Hati-Hati Pelaku Hacker Akun Pribadi Milik Orang Lain!

Sumber Foto : https://awsimages.detik.net.id/visual/2018/11/07/45920ef0-8f00-4b02-9a98-bca422feb235_169.jpeg?w=650

Zaman canggih saat ini membuat masyarakat sangat antusias untuk menggunakan aplikasi social
media yang dapat memperdekatkan bahkan mempertemukan orang-orang yang jauh disekitar
kita. Beberapa aplikasi yang banyak digunakan saat ini seperti Facebook, Instagram, Whatsapp,
Twitter, Line dan berbagai aplikasi lainnya.
Penggunaan aplikasi social media ini berguna untuk menjalin kekerabatan dengan orang yang
sudah lama kita kenal, bertemu dengan orang baru bahkan dapat mendekatkan kita dengan idola
yang dapat membantu kita melihat aktivitasnya. Walaupun penggunaan social media ini hanya
sebatas sebuah handphone atau elektronik lainnya, tetapi sangat membantu kita untuk memantau
perkembangan hal-hal yang baru.
Dengan lahirnya berbagai perkembangan social media ini, hingga membuat pola berpikir
masyarakat saat ini berkembang serta sangat terbantu untuk membuka pengetahuan terbaru yang
ada saat ini. Walaupun kehadirannya sangat membantu kita untuk menggapai dunia diluar
dimensi jarak, ada efek yang dapat merugikan kita sebagai pemilik akun-akun social media.
Salah satunya adalah oknum-oknum yang meretas atau menghacker akun pribadi social media
guna melakukan tindak pidana yang dapat menguntungkan hacker seperti seseorang yang
meretas akun facebook milik orang lain guna melakukan penipuan yang mengatasnamakan akun
orang. Tentu saja hal ini dapat merugikan si pemilik akun yang telah dihack facebooknya.
Tetapi pemerintah tidak tinggal diam akan perbuatan yang dilakukan oleh oknum hacker ini.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yakni Tifatul Sembiring menegaskan
bahwa peretasan adalah suatu pelanggaran hukum. Di Indonesia, aturan soal peretasan telah
dimuat dalam Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
(ITE). Berikut ini beberapa tperbuatan pidana yang dilakukan oleh hacker menurut Undang-
Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yakni sebagai berikut :
Pasal 30
1) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer
dan/atau Sistem Elektronik milik orang lain dengan cara apa pun.

2) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer
dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi
Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.
3) Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer
dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan melanggar, menerobos, melampaui,
atau menjebol sistem pengamanan.
Pasal 32 ayat (1)
“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun
mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan,
memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik
milik orang lain atau milik publik.”
Seperti yang sudah dijelaskan diatas mengenai bentuk-bentuk tindakan hacker yang ada disekitar
kita, dan Pemerintah sudah mengatur mengenai ketentuan pidana yang akan menjerat pelaku
hacker yang juga diatur didalam Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik yakni :
“Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana
dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau denda paling banyak
Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).”
Nah, for you guys yang main-main untuk meretas akun social media milik orang lain seperti
yang sudah dijelaskan diatas, maka kamu akan dikenakan adalah ketentuan didalam Undang-
Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sumber : 

  • Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Anda mungkin juga berminat