Habisi Nyawa Tukang Santet

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri di Malang

Nomor : 69/Pid/B/1989

Tanggal : 1 Mei 1989

Pengadilan Tinggi Surabaya

Nomor : 137/Pid/1989

Tanggal : 19 Juli 1989

Mahkamah Agung RI:

Nomor : 2296.K/Pid/1989

Tanggal : 15 Februari 1990

Catatan :

  • Dari putusan Mahkamah Agung RI tersebut diatas, kita dapat menggaris bawahi beberapa hal yang penting serta menarik Abstrak Hukum sebagai berikut :
  • Adalah tidak cukup, bilamana Jaksa dalam Surat Dakwaannya menguatkan putusan , hanya menyebutkan pasal-pasal ketentuan hukum pidana yang didakwakan saja, tanpa memberikan uraian yang jelas terang serta merumuskannya tentang perbuatan materiil yang dilakukan oleh terdakwa yang dapat memenuhi unsur-unsur dalam pasal hukum pidana yang disebutkan dalam Surat Dakwaannya.

Dalam keadaan yang demikian, meskipun perbuatan materiilnya telah terbukti, namun karena perbuatan materiil ini tidak dirumuskan secara jelas dalam Surat Dakwaannya (hanya disebutkan pasalnya saja), maka delict ini, dinilai tidak didakwakan dan terdakwa harus dibebaskan dari dakwaan ini.

  • Putusan Pengadilan Tinggi, yang melebihi dari Surat Dakwaan Jaksa, dibatalkan oleh Mahkamah Agung, karena dinilai sebagai putusan yang salah menerapkan hukum.
  • Judex facti yang menerapkan pasal 33 KUHPidana dalam menjatuhkan hukuman kepada terdakwa, dengan memberikan rumusan : Menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama tujuh tahun dengan ketentuan dipotong selama ia ditahan, adalah, suatu perumusan yang kurang tepat. (Periksa SEMA No 1/1989, tgl 15 Maret 1989).
  • Demikian catatan atas kasus ini.

Sumber :

Majalah Hukum Varia Peradilan No. 58. Tahun.V.Juli. 1990. Hlm. 40-41

Putusan Tersedia : Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi & Mahkamah Agung RI

“Untuk pemesanan pengetikan kembali naskah putusan/yurisprudensi silahkan menghubungi : WA: 0817250381 dan untuk informasi konsultasi dan mengundang kami, silahkan hub no WA (hanya pesan) : 0811-2881-257

Anda mungkin juga berminat