Delict Pemalsuan Surat Restitusi Pajak

Sumber Foto : https://zakat.or.id/wp-content/uploads/2012/07/tax.jpg

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri di Sidoarja
Nomor Register: 63/PID/B/1990/PN.Sda
Tanggal Putusan : 24 April 1991

Mahkamah Agung RI
Nomor Register:  1522 K/Pid/1991
Tanggal Putusan :  9 Juni 1993

Catatan Redaksi:

  • Dari putusan Mahkamah Agung tersebut di atas dapat diangkat “Abstrak Hikum” sebagai berikut:
  • Dalam persidangan tidak dapat dibuktikan bahwa terdakwa adalah pelaku yang membuat surat palsu atau memalsukan Surat Kuasa tersebut. Namun terbukti, bahwa terdakwa telah menggunakan “Surat Kuasa” tersebut beberapa kali untuk mengurus dan mengambil uang restitusi pajak yang menjadi hak perusahaan, di mana terdakwa bekerja, padahal pimpinan perusahaan tidak pernah memberi Surat Kuasa ini, uang Restitusi Pajak berhasil diurus dan dicairkan serta diterima oleh terdakwa dan tidak pernah dilaporkan kepada perusahaannya. Uang tersebut ternyata dipergunakan untuk kepentingan diri pribadi terdakwa, sehingga perusahaan dirugikan karenanya;
    Perbuatan terdakwa yang demikian ini harus ditafsirkan (dianggap) bahwa terdakwa sejak semula telah mengetahui bahwa Surat Kuasa tersebut adalah palsu yang pemakaiannya dapat menimbulkan kerugian;
    Karena itu, terdakwa harus dinyatakan bersalah melakukan perbuatan pidana ex pasal 263 (2) Jo 64 K.U.H.P.Pidana, yang kwalifikasinya dirumuskan demikian;
    “Dengan sengaja menggunakan surat palsu, seolah-olah asli dan tidak dipalsukan, yang mendatangkan kerugian, dilakukan berturut-turut dalam perbuatan berlanjut”;
  • Demikian catatan atas kasus ini

Sumber :
Majalah Hukum Varia Peradilan Tahun X No. 109.OKTOBER .1994. Hlm.5

Anda mungkin juga berminat