BUKAN JUAL-BELI BANGUNAN MELAINKAN HUTANG-PIUTANG

Kategori : PUTUSAN TERPILIH

Pengadilan Negara Malang

Nomor : 138/Pdt.G/1987/PN.Mlg

Tanggal : 28 Mei 1989

Mahkamah Agung RI

Nomor : 1947 K/Pdt/1990

Tanggal : 30 Agustus 1994

Catatan :

  • Dari ptutsan Mahkamah Agung tersebut diatas diatas diangkat ABSTRAK HUKUM sebagai berikut ;
  • Seorang bernama Ganda mempunyai hutang Rp.5.000.000,-pada Bank Bumi Daya dengan jaminan rumah miliknya. Karena tidak dapat membayar hutangnya, maka temannya bernama Hendro bersedia membayari hutangnya Ganda tsb dengan syaratbahwa jaminan rumah akan beralih dari Bank kepada Hendro.

Pada saat Ganda sakit, maka Hendro datang kerumah Ganda bersama seorang Notaris, kemudian dibuat Akta jual-beli bangunan rumah sertifikat No.21 antara Ganda (penjual) dengan Hendro(pembeli). Setelah Ganda meninggal dunia, maka Hendro menuntut para ahli waris Ganda (Janda dan anak anaknya) untuk segera menyerahkan bangunan rumah yang telah dibelinya dari Ganda sewaktu masih hidup.

Kasus ini bukan merupakan perbuatan hukum jual-beli bangunan rumah, meskipun ada akta jual-beli yang dibuat Notaris. sebab Notaris ini bukan P.P.A.T Peristiwa hukum yang sebenarnya terjadi hutang piutang uang.

Dengan wafatnya debitur (Ganda), maka para ahkli warisnya (janda dan anak-anak) berkewajiban membayar hutangnya Almarhum.

Putusan Pengadilan Tinggi yang berbeda (Bertentangan) dengan putusan Pengadilan Negeri, baik dalam pertimbangan maupun dalam amar putusannya, yaitu: Pengadilan Negeri menyatakan : “guigatan dikabulkan sebagian”. maka dalam kedaaan demikian ini, Pegadilan Tinggi membatalkan lebih dulu putusan Hakim

Pertama dan selanjutnya mengadili sendiri : dengan amar-mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian-.

  • Demikian catatan atas kasus ini

 Sumber :MAJALAH HUKUM VARIA PERADILAN NO.122. TAHUN. XI. NOVEMBER.1995. HLM.67

PUTUSAN TERSEDIA : PENGADILAN TINGGI

Anda mungkin juga berminat