Aturan Kendaraan Motor Membawa Barang Muatan Berlebihan Berserta Sanksi Pidananya

Sumber foto : https://cdn.yukepo.com/content-images/listicle-images/2018/03/09/87962.jpg

Kendaraan motor sering kali dijadikan jalan alternatif untuk dipakai mengangkut barang bawaan dan membawa orang melebihi kapasitas yang diperbolehkan oleh undang-undang. Memang pada dasarnya motor diperbolehkan membawa barang hal ini dikarenakan untuk memenuhi factor keselamatan berkendara dijalan, mengenai persyaratan membawa barang bawaannya dapat kita lihat didalam pasal 10 ayat (4) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan yang menyatakan bahwa :

“Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk sepeda motor meliputi:

a. Muatan memiliki lebar tidak melebihi stang kemudi;

b. Tinggi muatan tidak melebihi 900 (sembilan ratus) milimeter dari atas tempat duduk pengemudi;

c. Barang muatan ditempatkan di belakang pengemudi.”

Tetapi ada saja para pengendara bermotor yang kerap membandel saat dijalan raya, walaupun sudah ada ketentuan yang mengaturnya walaupun hal ini wajib dipatuhi demi keselamatan. Pengendara yang membawa barang melebihi kapasitas ini bahkan berani menerobos lampu merah dan berani memotong jalan pengendara lain. Hal ini tentu saja tidak ada toleransi lagi bagi pengendara sepeda motor karena kita sudah pasti melanggar  dan secara otomatis kita akan ditilang oleh petugas walaupun tidak disebutkan secara spesifik. Diperjelas lagi didalam pasal 11 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan yang berisi peringatan yakni :

“Angkutan barang dengan menggunakan Mobil Penumpang, Mobil Bus, atau sepeda motor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 harus memperhatikan faktor keselamatan.”

Namun apabila pengendara mengendarai kendaraan bermotor secara atau dalam keadaan yang dapat membahayakan nyawa orang lain atau barang yang tidak memperhatikan factor keselamatan dapat dijerat dengan pasal 311 ayat (1) Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan yang menyatakan bahwa :

“Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).”

Dengan adanya aturan ini, maka akan membuat setiap pengendara motor dapat memfungsikan kendaraannya sebagai angkutan barang yang mematuhi persyaratan yang sudah diatur oleh undang-undang. Agar kita dapat selamat berkendara baik kesalamatan kita maupun orang sekitar, ketertiban berlalu lintas serta kelancaran lalu lintas.

Sumber :

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan

Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan

Anda mungkin juga berminat