Aturan Hukum Yang Dapat Menjerat Pelaku Tabrak Lari

Sumber Foto : https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2017/11/02/904882/670x335/mau-manggung-di-acara-hajatan-sepasang-kekasih-jadi-korban-tabrak-lari.png

Pada umumnya, tabrak lari ini merupakan sebuah peristira kecelakaan yang menabrak lalu pergi meninggalkan korbannya dengan menimbulkan berbagai macam alasan, tetapi yang biasa terjadi karena takut akan diminta  pertanggungjawaban. Begitu juga dengan kita pasti diantara kita tidak menginginkan adanya kecelakaan jenis ini. Pelakunya takut untuk bertanggung jawab karena merasa bersalah dan pada akhirnya sipelaku takut dikeroyok oleh korban atau oleh orang-orang lain yang bersimpati kepada korban.

Mungkin pada saat ini, diantara kita ada yang mengalami masalah seperti ini? Oleh sebab itu, pada pembahasan kali ini Yuridis.id akan membahas mengenai aturan-aturan yang mengatur tentang “Kecelakaan Lalulintas Tabrak Lari. Karna kebanyakan tabrak lari yang terjadi menyebabkan korban meninggal dunia supaya apabila kita atau keluarga kita mengalaminya, maka kita dapat menyikapinya.

Menurut Pasal 1 angka 24 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mengatakan bahwa : “kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di Jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan Kendaraan dengan atau tanpa Pengguna Jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda.” Kecelakaan lalu lintas tabrak lari yang mengakibatkan korban meninggal dunia termasuk kedalam kecelakaan lalu lintas berat yang dapat kita lihat didalam Pasal 229 ayat (4) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan.

Tetapi apabila  pengemudi yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas memang diwajibkan bertanggungjawab atas kerugian yang dialami korban, tetapi tanggungjawab ini tidak berlaku bagi beberapa hal yang diatur didalam Pasal 234 ayat (3) Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyatakan bahwa :

  1. Adanya keadaan memaksa yang tidak dapat dielakkan atau di luar kemampuan Pengemudi;
  2. Disebabkan oleh perilaku korban sendiri atau pihak ketiga; dan/ atau
  3. Disebabkan gerakan orang dan/ atau hewan walaupun telah diambil tindakan pencegahan.

Berikut ini ketentuan pidana yang mengatur mengenai sanksi hukum yang akan menjerat pelaku tabrak lari yang dapat kita lihat didalam Pasal 310 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menyatakan bahwa :

(1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan         Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah).
(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah).
(3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana  dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/ataudenda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
(4) Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

Bagi sahabat yuridis.id agar dapat berhati-hati diperjalanan saat mengendarai kendaraan, karena sanksi pidana yang dapat menjerat kita tidak tanggung-tanggung.  Apabila sahabat yuridis.id mengakibatkan kerusakan kendaraan korban maka sanksi yang diberikan kepada kita berupa pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), tetapi apabila mengakibatkan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah), sedangkan korban yang mengalami luka berat maka dapat dipidana

Nah ini yang paling mengerikan sahabat Yuridis.id, apabila pelaku tabrak lari mengakibatkan kecelakaan lalulintas yang membuat korban kehilangan nyawanya maka dapat diancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/ataudenda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).  Bagi sahabat  yuridis.id harus berhati-hari dan jangan memacu kendaraan anda agar sampai dengan selamat serta terhindar dari kecelakaan lalu lintas, karena sanksi yang diberikan oleh negara tidaklah main-main.

 

Sumber : Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Anda mungkin juga berminat