Aturan Hukum Bagi Pengendara Yang Bermain Handphone Saat Di Perjalanan

Sumber Foto : https://media.suara.com/pictures/653×366/2017/11/22/58564-menyetir-sambil-main-ponsel.jpg

Pada masa modern saat ini, terjadi perkembangan perkembangan karena alat komunikasi seperti handphone atau yang saat ini dikenal dengan gadget sudah menjadi kebutuhan sosial uang tidap dapat dipisahkan dari manusia. Banyak diantara pengendara ini yang sering lupa untuk menjaga keamanan saat mengendara karena bahaya yang mengancamnya. Jumlah angka kecelakaan di Indonesia sepajang tahun 2018 lalu masih terbilang tinggi, angka kecelakaan sebanyak 103.672 kejadian kasus. Salah satu hal yang menjadi faktor manusia yang dimaksud ini termasuk mengantuk, ketidakcakapan berkendara, hingga perilaku berkendara yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan.

Walaupun pemerintah sudah mengeluarkan laranga penggunaan HP sambil mengendarai kendaraan dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dam Amgkutan Jalan tetapi hingga saat ini ada pengendara yang masih melanggar. Melalui Peraturan ini, maka melarang penggunaan ponsel saat berkendara  karena sering terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berimbas dari penggunaan ponsel saat berkendaraan. Semakin bahayanya penggunaan ponsel saat berkendara yang berbanding terbalik dengan mengkonsumsi alkohol. Apalagi penyebabnya dikarenakan  pengemudi yang membalas sms saat mengemudi yang bahayanya enam kali lipat bahayanya dibanding kita menelpon. Saat membalas sms akan membuat hilangnya konsentrasi saat berkendaraan yang menjadi penyebab utama kecelakaan lalu-lintas.

Secara spesifik tidak ada pengaturan mengenai pelarangan penggunaan Handphone saat mengemudi. Tetapi pengendara yang menggunakan handphone dapat dijerat pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan yang menyatakan bahwa :

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.”

Memperhatikan pengertian yang mewajibkan kendaraan dengan penuh konsentrasi mencakup larangan kegiatan yang mengganggu konsentrasi berkendara. Misalnya saja mengkonsumsi obat terlarang, minuman keras dan memakai handphone. Karena kegiatan ini berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Ancaman yang dapat menjerat pelaku yang bermain hape sambil mengendarai diatur didalam pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan yang berbunyi :

“ Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)”

Bagi sahabat Yuridis, hendaklah berhati-hati karena bermain handphone saat mengendara akan membahayakan diri sendiri dan orang lain serta sahabat yuridis juga dapat diberikan sanksi apabila pihak kepolisian melihat kita mengendara sambil bermain handphone. Patuhilah rambu-rambu lalu lintas agar kita selamat diperjalanan.

Sumber : Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan

Anda mungkin juga berminat