“Asuransi Kapal Laut” Penolakan Klaim Oleh Penanggung

Sumber Foto : Akalmu

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri Jakarta Barat

Nomor Register: 074/Pdt.G/1995/PN.Jkt.Bar,
Tanggal Putusan : 25 September 1995

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta

Nomor Register: 139/Pdt/1996/Pdt.DKI
Tanggal Putusan : 14 Agustus 1996

Mahkamah Agung RI

Nomor Register: 3327.K/Pdt/1999
Tanggal Putusan : 16 Januari 2001

Catatan Redaksi:

Abstrak Hukum/Kaidah Hukum yang dapat diangkat dari putusan
tersebut diatas sebagai berikut:
Judex Facti-Pengadilan Tinggi telah salah menerapkan hukum
pembuktian dalam mengadili gugatan perdata diatas, kerana Judex
facti tidak memperhatikan/mengenyampingkan adanya fakta yang
menurut Mahkamah Agung dinilai sebagai fakta yang terlah terbukti
dalam persidangan Hakim Pertama yaitu : berdasar atas
keterangan para saksi (Slemet Budiman dan Edy Daryanto) serta
surat Slamet Budiman tanggal 28 Januari 1992, terbukti fakta
bahwa tergugat (penangung) ”sejak semula” sudah mengetahui
dan telah diberitahu oleh Penggugat (tertanggung) bahwa kapal
MV. Lucky Fortune yang diasuransikan tersebut kondisi kapalnya
sudah tua, bekas terbakar dan tidak berlayar, karena sedang
diperbaiki.
Dengan fakta yang diatas ini, maka Penanggung (Tergugat) yang
menolak membayar “claim asuransi” dengan dalil factor ”non
disclosure of material fact”-mis representation of material facts
sehingga tuntutan Tertanggung merupakan  ”fraudulent claim”
berdasar pasal 251 WvK, maka dalil/alasan ini tidak dapat diterima.
Akibat yuridisnya, pihak Penanggung (Tergugat) berkewajiban
membayar “claim asuransi” yang dituntut oleh Tertangung. Bila
Penanggung tetap menolak membayar, maka Penanggung
dinyatakan dalam keadaan wanprestasi (cidera janji).
Demikian catatan atas putusan diatas.

Sumber :
Majalah Hukum Varia Peradilan Tahun XVIII. No.211APRIL..2003. Hlm.62

Naskah Putusan : Tersedia
WA/SMS : 0817250381

Anda mungkin juga berminat