AQUIPMENT LEASING AGREEMENT KASUS ONVERSCHULDIGDE BETAALING

Pengadilan Negeri Bandung

Nomor        : 261/1985/Pdt/G/PN.Bdg

Tanggal       : 13 september 1986

Pengadilan Tinggi Jawa Barat

Nomor        :78/Pdt/1987/PT.Bdg

Tanggal       :18 pebruari 1987

Putusan Mahkamah Agung

Nomor        : 3021.K/Pdt/1987

Tanggal       : 29 Juni 1994

Kaidah Hukum :

  • Dari putusan Mahkamah Agung RI tersebut diatas,dapat diangkat “Abstrak Hukum” sebagai berikut :
  • Telah terjadi hubungan hukum,perjanjian sewa menyewa (leasse) perlengkapan mesin, antara PT. OBUL (lessor) dengan Engkus Hidayat , Dirut PT.INDOMATEK SEMPURNA, (lessee) yang di tuangkan dalam leasing agrement (LA) No.84-491 , yang dalam pasal 19 ditentukan bahwa lessee tidak berhak untuk menyerahkan atau memindahkan hak dan kewajibannya  kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari lessor.
  • Pihak ketiga, Wijano , mengirimkan surat disertai “surat pernyataan” kepada lessor (PT.OBUL) bahwa wijono menyatakan kesediaanya kepada lessor untuk mengambil alih kredit atas nama : PT.INDOMATEX SEMPURNA (lessee) yang kemudian diikuti wijono setiap bulanan membayar angsurannya kepada lessor hingga akhirnya bejumlah Rp.61.393.500,-Surat pihak ketiga tersebut,ternyata tidak pernah dijawab secara tertulis oleh lessor,apakah menyetujui atau menolak pemindahan kredit dari lessee (PT.INDOMATEX SEMPURNA) kepada phak ketiga (Wijono) tersebut,namun kenyataan pembayaraan uang dari wijono selalu diterima oleh lessor setiap bulannya.
  • Karena surat dari pihak ketiga (Wijono)tersebut tidak pernah dijawabsecara tertulis oleh lessor, hal ini di nilai bahwa lessor tidak menyetujui Kredit tersebut dialihkan dari lessee kepada pihak ketiga (Wijono) keadaan yang demikian itu secara juridis dianggap tidak ada persetujuan pengalihan kredit, sehingga tidak membebaskan lessee dari perikatanya dengan lessor. Konsekwensi juridisnya, pembayaran uang Rp.61.393.500,-oleh pihak ketiga kepada lessor adalah merupakan pembayaran yang dilakukan tanpa ada suatu kewajiban dan harus dikembalikan oleh lessor kepada pihak ketiga.
  • Kasus tersebut diatas, menurut mahkamah agung, adalah OVERSCHULDIGDE BETAALING ex pasal 1359 jo 1360 BW dan bukan merupakan pembaharuan hutang (Novasi) ex pasal 1417 BW.
  • Demikianlah catatan atas kasus ini.

Sumber :  VARIA PERADILAN NO. 138. TAHUN. XII. MARET. 1997.Halaman 5

Naskah Putusan : Tersedia Mahkamah Agung (Putusan Peninjauan Kembali)
Jika Ingin Mendapatkan Naskah Putusan Silahkan Hubungi WA: 0817250381 untuk Mengetahui Syarat dan Ketentuan

Anda mungkin juga berminat