Akta Dibawah Tangan Dalam Pembuktian Kasus Perdata

Sumber Foto : http://cdn2.tstatic.net

Kategori : Putusan Terpilih

Pengadilan Negeri Palembang
Nomor Register : 67/Pdt.G/1991/PN.Plg
Tanggal Putusan : 10 Februari 1992

Pengadilan Tinggi Sumatra Selatan di Palembang
Nomor Register : 42/Pdt/1992/PT.PLG
Tanggal Putusan : 6 Juli 1992

Mahkamah Agung RI
Nomor Register : 3199.K/Pdt/1992
Tanggal Putusan : 27 Oktober 1994

Catatan Redaksi:

  • Dari putusan Mahkamah Agung RI tersebut diatas dapat diangkat
    ”Abstrak Hukum” sebagai berikut:
    Akta autentik, menurut ketentuan ex pasal 165 H.I.R  jo 285
    Rbg jo 1868 BW merupakan bukti yang sempurna bagi kedua
    belah pihak, para ahli warisnya dan orang yang mendapat
    hak darinya. Akta autentik ini masih dapat dilumpuhkan oleh
    bukti lawan.
  • Disamping adanya bukti otentik ini, Hakim seharusnya
    memperhatikan dan meneliti pula bukti lawan, berupa surat
    bawah tangan” dan tidak begitu saja mengenyampingkannya
    dan tidak memberikan penilaiannya. tentang dapat tidaknya
    melumpuhkan bukti akta otentik yang ada. Adanya bukti akta
    otentik bukanlah satu-satunya keharusan untuk fakta hukum.
  • Demkianlah catatan atas kasus ini.

Naskah Putusan : Tersedia
WA/SMS : 0817250381

Sumber :
Majalah Hukum Varia Peradilan Tahun XII No. 142.JULI.1997 Hlm.30

Anda mungkin juga berminat